Proses pembuatan kendang jimbe




Usaha kerajinan kayu kendang jimbe tergolong menggiurkan di Kota Blitar,setiap perajin kendang jimbe mampu menghasilkan rupiah hingga puluhan juta rupiah perbulannya.

kerajinan kendang jimbe ini,memiliki pangsa pasar yang kompetitif di Negeri China dan Pulau Dewata Bali.

Proses pembuatan kerajinan kendang jimbe yang ditekuni Pastoyo,perajin kendang jimbe asal Jati Malang,kelurahan Sentul Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar.

sejak beberapa tahun lalu,Pastoyo menekuni bidang kerajinan kendang jimbe berbahan baku kayu mahoni meski saat ini bahan baku agak sulit di dapat,namun Pastoyo tetap sabar dan setia menggantungkan mata pencahariannya dari usaha kerajinan tersebut.

untuk membuat kendang jimbe berbagai ukuran,Pastoyo hanya menggunakan metode manual atau alat bubut.

mula-mula,kayu mahoni di potong dengan gergaji mesin sesuai ukuran yang di inginkan setelah itu di bentuk dengan mesin bubut untuk proses pembuatan kendang,hingga terbentuklah kendang jimbe yang bagus dan indah.

untuk satu buah kendang ukuran panjang 40 cm dengan kondisi mentah Pastoyo menjual dengan harga 27 ribu rupiah,namun jika produk sudah jadi atau siap edar di pasaran,satu kendang jimbe bisa di hargai hingga 50 ribu rupiah.

alhasil,dengan usaha kendang jimbenya ini Pastoyo bersyukur tiap bulannya mampu mengantongi uang puluhan juta dan bisa menghidupi keluarganya.

selain membuat kerajinan kendang jimbe,Pastoyo juga membuat aneka kerajinan lain seperti halnya,asbak kayu,peralatan tutup sangkar walet ataupun pot bunga untuk ruangan dan berkat usahanya itu Pastoyo mampu memberikan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.



Belum ada Komentar untuk "Proses pembuatan kendang jimbe"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel