Diduga gelapkan uang warga,Sekdes Karangsoko Trenggalek lakukan pengelakan


TRENGGALEK - Belasan warga Karangsoko Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek meminta Sekdes Karangsoko Jumeri segera mengembalikan uang yang sudah di berikan untuk pengurusan sertifikat tanah  beberapa tahun yang lalu diduga oknum sekdes gelapkan uang pembuatan sertifikat warganya, bahkan setiap warga yang mengajukan pembuatan sertifikat ditarik Rp 4jt bahkan lebih per sertifikat pada tahun 2015, yang bukan program pendaftaran tanah sestimatis lengkap (PTSL).

Tapi sampai detik ini belum ada kejelasan terkait sertifikat tersebut, malah santer terdengar bahwa pemohon pengurusan sertifikat tersebut diikutkan program PTSL pada tahun ini yang nilainya sudah mengacu pada SK 3 Menteri untuk wilayah jawa bali Rp 150 ribu.

Salah satu pemohon yang tidak mau disebut namanya menuturkan “dulu saya sudah pernah membayar melalui sekdes uang Rp 8jt tapi sampai saat ini saya belum menerima kejelasan tentang pembuatan sertifikat tersebut”,ujarnya

lanjut warga, Bahkan sampai detik ini belum ada pengukuran terhadap tanah yang akan saya sertifikatkan dan saat pengajuan itu belum ada program pendaftaran tanah sistematis lengkap ( PTSL ). seperti sekarang mas, jadi saya juga ingin tau kejelasan uang saya dan sampai saat ini belum ada kejelasan uang yang saya setorkan ke pak jumeri, katanya.

Sementara Sekdes Karangsoko Saat di kunfirmasi di kediamanya Rabu, 17/09/2019. membenarkan bahwasannya telah menerima sejumlah uang biaya dari  pembuatan sertifikat tanah yang bukan Program PTSL tersebut .

Lanjut Jumeri saat di konfirmasi “Untuk pemohon Sertifikat yang bukan Progam PTSL, uang tersebut sudah saya serahkan ke pak purnomo salah satu petugas pengukuran tanah dari BPN Trenggalek," Sebutnya.

Jumeri mengatakan, saya siap di penjarakan kalau memang saya di anggap bersalah  biar pengadilan yang menilai nanti siapa yang benar dan siapa yang bersalah,ucapnya.

Reporter:Andi surahman

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel